Sahabat,

Ajakan untuk berhenti menyalahgunakan narkoba dapat dilakukan dengan berbagai cara yang unik.
Adalah John Edwards, pria berkebangsaan Irlandia yang menggagas ide untuk memberi kisah seputar narkoba dari dalam kubur. Ia mencium istrinya, mengucapkan salam perpisahan, sebelum dikubur hidup-hidup di bawah sebuah ruas jalan di luar sebuah gereja di Belfast, Irlandia Utara.

Keluarga dan teman-teman dekat John Edwards berkumpul dan menaburkan tanah ke atas peti mati yang ditempati pensiunan tersebut.

Apa alasan John Edwards rela dikubur hidup-hidup seperti ini?

Ternyata John hanya “tinggal” di bawah tanah selama tiga hari.

Dan selama tiga hari itu, John dibekali jaringan internet dan tetap bisa berkomunikasi dengan keluarganya.

Aksi ini dilakukan John ternyata untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap mereka yang mengalami kecanduan dan depresi.

John, yang adalah mantan pecandu narkoba itu, mendirikan yayasan amal Walking Free yang membantu mereka yang berniat bunuh diri atau kecanduan.

Dari dalam “makamnya” itu, John akan menyiarkan “live streaming” untuk memberikan nasihat dan bimbingan kepada para pecandu.

“Saya mantan pecandu narkoba dan sudah 25 tahun sya sudah bersih dan tak menggunakan obat-obatan terlarang,” kata John, Rabu (1/3/2017).

Selama tiga hari tinggal di dalam peti jenazah, John akan menyiarkan serangkaian kisah untuk menumbuhkan harapan bagi mereka yang berjuang melawan kecanduan dan depresi.

“Saya tahu ini adalah sebuah langkah radikal tetapi orang-orang yang menghubungi saya adalah mereka yang sudah tak berniat hidup atau mereka yang mengenal seseorang yang semacam itu,” ujar John kepada Belfast Live.

“Rencana saya adalah berbicara kepada mereka dari dalam makam sebelum mereka memutuskan untuk mati dan memberi mereka harapan,” tambah dia.

Sepetak tanah di dekat Gereja Willoshield, di sisi timur Belfast, disiapkan untuk aksi unik tersebut.

Peti jenazah yang digunakan dibuat khusus, sehingga John tak hanya berbaring tetapi juga bisa duduk di dalamnya.

Selain itu, disiapkan juga lampu dan jaringan internet agar John bisa tetap berkomunikasi dengan dunia luar.

Semua kegiatan John selama tiga hari di dalam peti itu akan disiarkan lewat situs Walking Free dan Facebook.

Selama di dalam peti, John akan menerima email, ngobrol lewat Skype, mengirim pesan singkat untuk banyak orang di seluruh dunia.

Orang-orang ini kemudian akan berbagi kisah inspiratif mereka yang akan disiarkan John dari bawah tanah.

“Orang-orang akan berkomunikasi dengan saya bagaimana pengalaman mereka mengatasi trauma, keinginan bunuh diri, mengendalikan anak-anak atau anggota keluarga yang kecanduan zat tertentu atau perilaku,” papar John.

Sumber: Kompas.com